https://cakraloka.co.id/desa-para-lelle-desa-dengan-sejarah-yang-unik/

Desa Para Lele, Desa Dengan Sejarah Yang Unik

Posted on
paket-wisata-raja-ampat-banner-welcome-press oke

Desa Para Lelle, Desa Dengan Sejarah Yang Unik – Para merupakan salah satu Desa dari tujuh desa di Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe provinsi Sulawesi utara. Desa para sendiri memiliki sejarah yang sangat unik mengenai terbentuknya desa tersebut hingga pulau pulau yang ada. berikut ini kami akan menyajikan sejarah singkat yang ada di Desa Para Lelle.

 

Sejarah Singkat Desa Para Lelle

dahulu kala di perairan sebelah timur pulau Para, terapung sebuah kapal Portugis. Kapal tersebut keberadaannya berada di tengah tengah arus laut yang kuat dan arus gelombang yang dasyat sehingga kapal tersebut terputar putar dan tenggelam ke bawah laut. lalu beberapa tahun kemudian di bagian lokasi tenggelamnya kapal Portugis tersebut telah mucul sebuah pulau yang bentuknya mirip seperti bentuk kapal.dikarenakan kapal tersebut sebelum tenggelam berputar putar yang dalam bahasa Sangihe “Timenung” maka pulau tersebut dinamakan Pulau Nenung.

Pada saat tenggelamnya kapal tersebut, salah seorang wanita bernama Beatrix yang merupakan penumpang dari kapal Portugis tersebut terdampar di sebuah pantai dan ditemukan oleh 3 orang dotu masing-masing Takapaha, Dolongpaha, dengan saudara perempuan mereka bernama Tanina. Beberapa saat kemudian Beatrix meninggal dan oleh ketiga dotu tersebut dimakamkan disalah satu bukit. Di bukit tersebut tumbuh pohon kamboja, maka bukit tersebut dinamakan bukit kamboja yang oleh mereka di jadikan gunung keramat.

Kemudian ketiga dotuk tersebut menanam pisang diseluruh areal perkampungan dan mereka membuat tempat menyimpan buah pisang yang mereka namakan Paha persis seperti tempat penjemuran ikan, karena pada saat itu buah pisang sangat banyak dan mereka tidak mampu menyimpannya, bahkan yang lain rebah,maka mereka menamakan tempat tersebut Para dengan nama sasaharanya malekaheng.

Pada saat itu  pusat pemerintahan  berada di pulau Siau yaitu yang berada di Pashen. yang saat ini lokasi tersebut dikenal dengan nama Kampung Paseng. Ketiga dotu dotu tersebut menjual pisang pisang hasil panen mereka ke Paseng dan setelah itu mereka mampir di sebuah pulau. setelah diteliti ternyata pulau yang di singgahi oleh para dotu dotu tersebut merupakan tempat keberadaan ikan malalugis. jika malam hari ikan tersebut seperti kunang-kunang  didalam air maka pulau tersebut oleh mereka disebut pulau Singgaluhang yang hingga saat ini menjadi tempat mencari ikan dengan alat tradisional seke. Beberapa tahun kemudian dotu Takapaha dan Dolongpaha mengambil 2 orang perempuan dari Paseng untuk dijadikan istri mereka.

Setelah mereka mendapatkan keturunan dari istri yang diambil oleh mereka, mereka lalu menciptakan sebuah alat penangkap ikan yang dinamai oleh mereka Seke ( alat tangkap ikan yang terbuat dari bulu tui ). sampai sekaranga alat tangkap tradisional ini masih di lestarikan hingga sekarang. setelah itu datng lagi sebuah kapal dan kapten kapal tersebut yang bernama Kasenda di kampung Para. Kasenda tinggal bersama mereka di kampung para, salah satu penumpang tersebut adalah laki laki yang berasal dari kerajaan Tahuna mengambil Tanina yaitu saudara perempuan takapaha dan Dolongpaha untuk dijadikan sebagai isterinya.

Pada saat itu suami tanina merasa tertarik dengan alat tangkap ikan yang bernama seke. maka atas izin kedua iparnya Tanina dan suaminya membawa seke ke Tahuna dan mencoba di sala satu tanjung. dan berhasil mendaptkan ikan malalugis. Kemudian tanjung tersebut dinamakan Tonggeng Pananekeng hingga sekarang ini. setelah mereka berkumpul lagi di kampung Para hingga beranak cucu. mereka mengangkat Kasenda menjadi pemimpin mereka karena pada saat itu dia merupakan kapeten laut yang mereka sebut Kapitalaung (sebutan kepala desa saat ini).

Itulah Sejarah singkat dari awal terbentuknya Desa Para. desa para sendiri meemiliki potensi wisata alam yang tinggi. Desa Para sebagai kawasan kepulauan dengan 7 buah pulau memiliki potensi wisata bahari yang menarik untuk dikunjungi dan dinikmati. Hamparan pasir putih dari beberapa menjadikan daya tarik tersendiri untuk wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Selain itu daya tarik terumbu karang dengan keunikan spesies dan biota bawah air untuk para Diver.

Hingga Saat ini Desa Para ini masih sementara dilestarikan agar desa ini dapat bersaing di dunia pariwisata, dengan memperkenalkan  seluruh kekayaaan alam yang terdapat di desa ini. untuk itu masyarakat sangihe bersama sama membantu untuk melestarikan alam yang ada di Desa Para.

Indonesia memang banyak memiliki banyak kekayaan alam, lebih khusus di Provinsi Sulawesi Utara. ada banayak destinasi wisata dengan kekayaan alam yang indah salah satunya yang ada di Minahasa Utara,yakni Likupang. oleh karena itu banyak agen wisata yang menyediakan Paket Wisata Likupang bekerjakeras  untuk memenuhi semua permintaan para pengguna jasa. dilihat dari sini Indonesia memang memiliki potensi wisata  yang sangat tinggi.

sekian dulu pembahasan mengenai Desa Para Lelle, semoga dapat bermanfaat bagi anda

 

Terimakasih

 

by.Jelita

JANGAN SUNGKAN !!! Silahkan KONSULTASI-kan KEBUTUHAN dan Rencana Paket Tour Anda kepada kami

Karena BERTANYA = GRATIS !!! BERTANYA = SILATURAHIM !!! BERTANYA = MEMBUKA PINTU REJEKI !!!